Banjarmasin

Kota Seribu Sungai

Logo BanjarmasinBanjarmasin.
← Kembali ke Blog
📰 Blog6 Juli 2026·Oleh Tim Redaksi

Keajaiban Wastra: Makna Filosofis Dibalik Motif Kain Sasirangan

Keajaiban Wastra: Makna Filosofis Dibalik Motif Kain Sasirangan

Pariwisata budaya Kalimantan Selatan selalu memukau para penikmat etnik Nusantara. Di tengah pesona alam sungainya, Banjarmasin menyimpan satu warisan kerajinan kriya yang sangat memikat: Kain Sasirangan. Oleh-oleh khas Banjarmasin ini bukan sekadar kain tradisional batik biasa, melainkan wastra sakral warisan Kesultanan Banjar yang diyakini telah ada sejak abad ke-12.

Kata 'Sasirangan' berasal dari bahasa Banjar 'sirang' yang berarti diikat atau dijahit dengan tangan (dijelujur). Ini merepresentasikan teknik pembuatannya yang memakan waktu berhari-hari menggunakan metode rintang warna asli alami Nusantara.

Jejak Mistis dan Kain Penyembuh

Tahukah Anda bahwa pada zaman dahulu, Sasirangan hanya digunakan oleh para bangsawan Kerajaan Negara Dipa? Lebih dari itu, kain ini memiliki kekuatan magis sebagai media penyembuh penyakit medis (pamali darah) dan dipercaya dapat mengusir roh jahat (batatamba).

Warna kain Sasirangan zaman kuno bukanlah sekadar estetika *fashion*. Warna kuning dipercaya mengobati penyakit kuning, warna merah jambu untuk sakit kepala, dan warna hijau untuk penyakit lumpuh atau stroke. Semuanya menggunakan pewarna ekstrak getah pohon dan rempah rempah alami hutan Kalimantan.

Filosofi 3 Motif Paling Terkenal

Kini, kain Sasirangan telah bertransformasi menjadi *fashion tourism* yang modern tanpa meninggalkan esensi leluhurnya. Jika Anda belanja oleh-oleh kain Sasirangan di Kampung BNI Sasirangan Banjarmasin, perhatikan 3 motif legendaris ini beserta maknanya:

1.

Motif Gigi Haruan (Gigi Ikan Gabus): Melambangkan ketajaman pikiran dan kewibawaan. Ikan Haruan adalah ikan air tawar favorit urang Banjar yang melambangkan kemandirian dalam bertahan hidup di kerasnya alam sungai.

2.

Motif Kambang Kacang (Bunga Kacang): Merupakan simbol keakraban, keramahtamahan, dan persaudaraan masyarakat Banjar. Bunga kacang yang menjalar melambangkan tali silaturahmi yang tidak pernah putus antargenerasi.

3.

Motif Bayam Raja: Diperuntukkan khusus bagi kaum bangsawan. Bentuk daun bayam yang tegak ke atas menyimbolkan derajat yang tinggi, kepemimpinan yang adil, serta budi pekerti yang luhur.

Destinasi Wisata Sentra Sasirangan

Dalam agenda wisata edukasi dan budaya, turis sangat direkomendasikan untuk mengunjungi Kampung Jelujur Sasirangan di Seberang Mesjid, Banjarmasin Tengah. Di kampung wisata kreatif unggulan Kemenparekraf ini, Anda dapat belajar membatik Sasirangan langsung bersama para pengrajin lokal (Acil-acil Banjar).

Membeli Sasirangan berarti Anda turut melestarikan jejak sejarah panjang peradaban Melayu Borneo, sekaligus membantu roda ekonomi kreatif ribuan pengrajin UMKM di pelosok Kota Banjarmasin. Ayo jadikan Sasirangan sebagai mahakarya fashion Anda berikutnya!

Bagikan Artikel Ini

✦ BACA JUGA

Logo BanjarmasinBanjarmasin.

Portal Resmi Eksplorasi Pariwisata & Budaya Bumi Lambung Mangkurat. Menyajikan panduan perjalanan tanpa batas di Kota Seribu Sungai.

🐵
Ditemani Maskot BekantanSiaga 24 Jam di Siring Martapura

Layanan & Siaga

🚨 Call Center112
👮‍♂️ Polairud Siring110
🏥 RSUD Ulin(0511) 3252180

📍 Balai Kota: Jl. RE Martadinata No.1, Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan.

© 2026 Pemerintah Kota Banjarmasin & Komunitas Wisata. All rights reserved.

🌐 banjarmasin.go.id📱 @banjarmasintourism