Banjarmasin

Kota Seribu Sungai

Logo BanjarmasinBanjarmasin.
← Kembali ke Blog
📰 Blog25 Juni 2026·Oleh Tim Redaksi

Sejarah Panjang Pasar Terapung Lok Baintan Pariwisata Banjarmasin

Sejarah Panjang Pasar Terapung Lok Baintan Pariwisata Banjarmasin

Pasar Terapung Lok Baintan (Lok Baintan Floating Market) di Kabupaten Banjar, dekat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bukanlah sekadar objek wisata buatan pariwisata Indonesia, melainkan urat nadi perdagangan masyarakat Banjar yang telah eksis semenjak Kesultanan Banjar berdiri di abad ke-16.

Asal Usul Pasar Terapung Tertua di Nusantara

Pada masa lalu sebelum jalan darat mendominasi, sungai adalah jalur transportasi utama di Kalimantan, satu-satunya penghubung antardesa dan antarpulau. Para petani dan pedagang membawa hasil bumi mereka menggunakan perahu kayu kecil yang disebut 'jukung'. Sistem yang digunakan pada awalnya adalah barter, di mana masyarakat menukar hasil kebun perkebunan tropis dengan ikan tangkapan sungai Barito atau barang kebutuhan pokok lainnya.

Lok Baintan menjadi titik pertemuan yang strategis karena posisinya di anak Sungai Martapura yang tenang, namun mudah diakses dari berbagai desa pelosok. Bahkan hingga 2026, sebagian kecil pedagang masih mempertahankan sistem barter (bapanduk) ini, menjadikannya salah satu bukti hidup sejarah perekonomian tradisional Kalimantan yang sangat langka dan menjadi daya tarik turis mancanegara.

Peran Tanggui dan Jukung dalam Budaya Banjar

Jika Anda mengikuti paket wisata susur sungai Banjarmasin, Anda akan melihat para pedagang—mayoritas adalah perempuan tangguh atau 'Acil-Acil'—mengenakan topi lebar yang khas bernama 'Tanggui'. Tanggui ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari sengatan matahari khatulistiwa pagi atau hujan tropis, tetapi juga telah menjadi lambang identitas budaya otentik masyarakat Banjar Kalimantan Selatan.

Jukung (perahu kayu tanpa mesin) yang mereka gunakan juga dibuat dengan teknik pembuatan kapal tradisional tanpa paku logam satupun, melainkan menggunakan pasak kayu ulin khas hutan Kalimantan yang daya tahannya sangat kuat terhadap air tawar sungai. Mengendarai jukung bermanuver di tengah ratusan perahu lain membutuhkan keahlian keseimbangan yang luar biasa.

Pengalaman Wisata Autentik Pagi Hari

Waktu kunjungan terbaik untuk tour wisata Pasar Terapung Lok Baintan adalah sangat pagi, sekitar pukul 05:30 hingga 08:00 WITA. Wisatawan harus menyewa perahu kelotok pariwisata dari Siring Menara Pandang di pusat kota Banjarmasin yang memakan waktu sekitar 30-45 menit perjalanan eksotis menembus kabut pagi di atas riak air sungai.

Di pasar terapung alami ini, tidak ada daratan maupun bangunan kios. Semua proses transaksi jual beli dilakukan di atas riak air dari perahu yang saling berdesakan mengikuti arus alam. Mulai dari hasil panen buah-buahan segar seperti jeruk siam Banjar, aneka sayuran lokal, hingga wisata kuliner tradisional (wadai Banjar), soto Banjar, dan kopi panas seduh dijual dari atas perahu berpindah ke perahu lainnya.

Ini adalah sebuah pengalaman wisata otentik berkelas dunia di Banjarmasin, di mana Anda bisa melihat interaksi sosial yang hangat dan harmoni kehidupan urang Banjar dengan alam sungainya yang masih terjaga keasriannya hingga hari ini.

Bagikan Artikel Ini

✦ BACA JUGA

Logo BanjarmasinBanjarmasin.

Portal Resmi Eksplorasi Pariwisata & Budaya Bumi Lambung Mangkurat. Menyajikan panduan perjalanan tanpa batas di Kota Seribu Sungai.

🐵
Ditemani Maskot BekantanSiaga 24 Jam di Siring Martapura

Layanan & Siaga

🚨 Call Center112
👮‍♂️ Polairud Siring110
🏥 RSUD Ulin(0511) 3252180

📍 Balai Kota: Jl. RE Martadinata No.1, Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan.

© 2026 Pemerintah Kota Banjarmasin & Komunitas Wisata. All rights reserved.

🌐 banjarmasin.go.id📱 @banjarmasintourism